Friday, 3 August 2012

Premium Ice Cream di Geláre Café


Berasal dari negara Australia, es krim premium ini hadir sejak 7 tahun lalu di Indonesia. Namanya Geláre Ice Cream Café. Kata Geláre diambil dari Bahasa Italia yang berarti freeze atau “Beku”, karena memang sajian utama di café ini kebanyakan yang beku-beku seperti es krim, frozen yogurt dan sorbet.   

PT Asia Prima Internasional merupakan pemegang lisensi resmi Geláre Café Australia, sudah ada 8 outlet Geláre Café di Indonesia, 4 diantaranya berlokasi di Jakarta dan 4 lainnya di kota besar Indonesia yakni Surabaya, Medan, dan Palembang. 

Geláre menawarkan super premium Italian style ice cream, yang mengandung lebih sedikit udara (bahkan tidak ada over run-nya) bila dibandingkan dengan es krim American style yang lebih creamy. Flavornya juga lebih natural tanpa tambahan bahan tambahan pangan apapun, jadi rasa es krimnya lebih fresh dan natural.

Geláre memang terkenal dengan kelezatan es krimnya, ada puluhan rasa es krim yang ditawarkan oleh café ini, 

ada banana walnut, cookies ‘n cream, oregon mint fruit, white chocolate raspberry truffle, tiramisu, green tea dan masih banyak lagi. Semuanya dibuat dengan bahan baku segar. Kelezatan es krim Geláre boleh diadu, rasa es krimnya ringan dan lembut, varian rasa yang ditawarkan juga tidak sembarangan, dijamin membuat sang penyantap tak hanya satu kali suap menikmati kelezatannya. Geláre mengkhususkan diri sebagai café penyedia dessert, aneka hidangan penutup yang menggiurkan ada disini. Selain es krim, hidangan waffle menjadi satu yang populer setelah es krim. Freshly baked Belgian Waffle yang baru dimasak setelah dipesan menjadi hidangan favorit di café ini. 

Ada beberapa ukuran waffle yang bisa disesuaikan dengan ukuran perut dan kantong, ada ukuran regular waffle yang tersedia dalam bentuk lonjong atau memanjang dan ukuran besar yang berbentuk bulat. Semua bahan baku dessert baik es krim maupun waffle diimpor langsung dari Australia, dan waffle akan dibuat segera setelah dipesan oleh konsumen, jadi benar-benar fresh.
Waffle bisa disajikan dengan berbagai topping seperti special waffle syrup, fresh cream atau es krim pilihan konsumen sendiri.

Untuk menyasar konsumen secara luas, tidak hanya es krim dan waffle yang ditawarkan, selain ada frozen yogurt dan sorbet, Geláre juga menawarkan smootihies, aneka coffee juga teh, Geláre Café bukan kedai es krim biasa, tetapi Geláre lebih suka disebut sebagai dessert café, yang pasarnya bisa lebih luas jika hanya menjual es krim, jadi semua usia bias menikmati hidangan di Geláre. Agar lebih memanjakan konsumen, Geláre secara kontinyu terus berinovasi menciptakan berbagai promo dan menu baru, seperti menu baru yang akan dilaunching akhir Juni ini yakni jenis snack, hot dog waffle dan varian mocktail baru seperti strawberry mojito dan virgin mojito. 

Dengan harga menu yang cukup menguras kantong, yakni antara 30.000 IDR hungga 100.000 IDR, Gelare menjamin konsumen akan puas menikmati ice cream yang disuguhkan.



Gelare Ice Cream
Plaza Indonesia Lt. 1 #32-35A
Jl. M. H. Thamrin Kav. 28-30
Jakarta




Saturday, 28 July 2012

Red Velvet?

Seperti apa si rasa cake yang namnaya lagi melejit itu?
Si merah 'Red Velvet' kini menjadi idola, pesaingnya juga tak mau kalah yakni Rainbow Cake si kue pelangi.

Red Velvet punya tekstur lembut halus, dengan olesan cream cheese ataupun whipped cream putih. Warnanya punya beberapa versi, mulai merah menyala, merah tua, hingga merah kecokelatan. Pewarna merah yang digunakan biasanya dari pewarna makanan ataupun ekstra buah bit untuk menghasilkan warna itu.

Hari ini aku berkesempatan icip red velvet kepunyaan toko bakery dan cake ternama di Kota Bogor. Harga per slice-nya 40 ribu.

Red Velvet ala Michelle Bakery Bogor
Kalo menurutku, rasanya butterry banget alias rasa gurih dari butter itu terasa sekali. Tidak terlalu manis, plus ada gurih dari kacangnya.
Warna red velvet di toko ini cenderung merah kecokelatan, dengan lapisan whipped cream light di tengahnya.
Dan menurutku, yummy bangett rasanya!


Guangzhou oh Guangzhou

Akhirnya tulisan ini diposkan juga :)
hehe..baru sempat, padahal ke Guangzhou-nya udah kapan tau..



Mei lalu kantor menugaskanku meliput salah satu acara di Guangzhou China.,Wuaa...excited plus deg-degan! first time aboard dan jauhhh!

Ya sudah, semua dipersiapkan, mulai dari pembuatan paspor, pembuatan visa, hingga tiba waktunya berangkat.
Agak dag dig dung juga ni kalo ngga ada temennya, soalnya hanya bu Liny (dari pengundang) yang kukenal. Ah, sudahlah...tetap pada keyakinan bahwa aku pasti bisa!

Menurut jadwal yang kuterima, aku akan stay 5 hari 4 malam di GZ, dan tanpa kepikiran sedikit pun untuk walking around atau jalan-jalan menikmati suasana disana! Maklumlah...karena aku berpikir 'tidak ada teman' dan di wilayah asing pula, mana bisa dengan santai-nya berjalan-jalan..(bisa sih sebenarnya, kalo sedikit nekat, haha).

Setelah browsing ini itu mengenai kota ini, cukup mantaplah hati untuk bertugas.
Salah satu yang ingin ku ketahui dari kota ini adalah keadaan cuaca disana! Maklumlah..agak kurang kuat dengan daerah yang supper dingin, tapi syukur Alhamdulillah, cuaca disana ngga berbeda jauh dengan Indonesia.
Saat Bulan Mei, China sedang mengalami musim semi, jadi cuacanya hangat-dingin-sejuk (menurutku), jadi amanlah!

Hari keberangkatan pun tiba, dan
Suami tercinta mengantar hingga bandara *hehe..

Setelah check in, ternyata tidak hanya bu Liny saja yang kulihat, wuah aku kenal dengan orang yang duduk disamping Bu Liny :)
Alhamdulillah ada teman seperjuangan haha..
Pemred-nya majalah Pastry Bakery!

Aku check in sekitar jam 7.30 dan pesawatnya berangkat sekitar pukul 9 pagi.
Oke, check in beres, tinggal menunggu panggilan boarding, cukup banyak waktu untuk mengobrol dengan rekan-rekan.

Hilton Honor Baiyun
Waktu boarding pun tiba, dan saatnya naik ke pesawat.
Bukan hanya pertama kalinya ke luar negeri, tapi pertama kalinya juga naik pesawat! haha.. Takut? iya. Ngeri? Iya.
Bismillah..

Waktu tempuh Jakarta-Guangzhou sekitar 5 jam tanpa transit. Pesawat yang kunaiki 'mereknya' China Southern Airlines. Pesawatnya juga bukan jenis airbus, tidak terlalu besar. Airline ini menawarkan makan siang untuk para penumpang.
Tenang saja, makanan yang ditawarkan 'masih' halal, karena makanan berasal dari ACS, Indonesia punya! Ada nasi+ayam, nasi+ikan, dan mi+ayam beserta teman-temannya (potongan buah, sayur/salad, roti+butter), tinggal pilih.
Kenyang makan..tidur sebentar bolehlah..sambil menunggu saatnya landing.

Tepat pukul 2 siang pesawat landing di Guangzhou Baiyun International Airport. Airport-nya sangat  megah, modern, rapi, nyaman, dan bersih. Sayangnya kemegahan airport ini tidak bisa diabadikan karena adanya larangan mengambil foto.

Ternyata, ada tim penyambut yang ditugaskan di bandara ini untuk menyambut dan mengantarkan kami ke hotel. Setelah registrasi dan pengecekan ulang, kami langsung diantar menuju hotel tempat kami menginap, yakni Hilton Honor Baiyun.

Tampak depan saat malan Hilton Guangzhou Baiyun.
Foto: doc Hilton Guangzhou Baiyun

Depan loby hotel

Mau tahu kondisi kamarnya?
Berikut fotonya..
Karena ngga punya stock shoot pribadi, jadi saya ambil dari websitenya si hotel.



Foto: doc Hilton Guangzhou Baiyun
Selama 5 hari di Guangzhou, tidak banyak foto yang saya ambil, karena memang tidak mengkhususkan diri untuk jalan-jalan dan melihat-lihat. Kami hanya berkeliling tidak jauh dari hotel. Sekitar 1-3 km dari hotel ada sebuah mal besar disana namanya Wanda Mal, didalam mal ini terdapat Wal Mart, nah Wal Mart inilah yang menjadi sasaran kami untuk berbelanja 'oleh-oleh'.

Penduduk China yang mayoritas beragama selain Islam, membuat saya kesusahan menemukan makanan halal. Pokonya Bismillah jika memakan makanan apa pun..hehe.
Ada yang menarik, di depan Wanda Mal ada yang menjual sate domba, dan ada tulisan halal-nya..yang jual juga sepertinya keturunan Arab..

Sate domba halal
Loby hotel
Sempat berfoto di banner dengan bendera Indonesia. karena
ada  kurang lebih 12 negara yang ikut serta dalam acara seminar ini.
Dalam acara ini, Puratos mengundang 3 wartawan dari Indonesia, and the luckiest one is me! :) so proud of that! thanks for my office who give that chance for me to attend that seminar.

Pintu masuk loby hotel untuk acara yang mengundang kurang lebih 
300 peserta dari 12 negara.

Hari kedua tiba di Guangzhou, kami menyempatlkan diri untuk sejenak berkeliling melihat suasana di sekitar hotel. Jalan-jalan masih sepi, padahal waktu sudah menunjukkan hampir pukul 9 pagi. Belum banyak terlihat orang beraktivitas, hanya para pegawai Wanda Mal saja yang terlihat buru-buru masuk kedalam mal tersebut, mungkin sudah waktunya masuk yaa?

Suasana jalan yang lengang di depan hotel. lengang dan bersih
Saat menugunjungi Wal Mart, aku sempat berkeliling melihat satu per satu barang yang dijual di hypermarket itu. Menurutku, harga buah dan makanan cukup murah, berbeda dengan baju dan perlengkapannya. Dengan harga yang tidak terlalu tinggi, kualitas baju yang sama bisa didapatkan di dalam negeri.

Lorong pertokoan di salah satu komplek mal
tak jauh dari Hilton Baiyun yang terlihat masih sepi
Aneka buah segar
Sama seperti makanan jadi, harga buah-buah segar di sana juga cukup murah. Misal untuk buah ceri ukuran sedang dengan berat seperempat hanya 21 RMB, buah peach juga sama, 1 kg-nya cuma 9 RMB. Yang unik, aku menemukan mangga mini, alias kecil ukurannya. Meskipun mini, tapi rasanya maksi, daging buahnya manis sekali.

Omelet. Makanan jadi seperti ini banyak dijual di Wal Mart atau Carrefour di China. Porsinya besar, satu buah omelet ini sepertinya cukup untuk 3-4 orang. Harga bisa ditebak? Cuma sekitar 7 RMB ato senilai 10.500 IDR
Di China ternyata sudah lebih aware dengan keberadaan sampah plastik. Pihak swalayan (baik minimart, supermart hingga hypermarket) tidak menyediakan kantong plastik (plastic bag) secara cuma-cuma. Pelanggan diminta untuk membawa sendiri kantong atau wadah untuk membungkus/membawa barang belanjaannya itu. Kalaupun tidak membawa, pihak swalayan menyediakan kantong atau wadah tersebut, tetapi tidak gratis! Ada platic bag, ada juga tas-tas permanen (yang bisa pakai berulang untuk membawa barang belanjaan).
Kantong plastik ukuran kecil harganya sekitar  0,1 RMB (atau Rp 150), dan tas-tas dibanderol mulai dari harga 3-4 RMB.


Mangga mini super manis. Kalo mau dibandingkan,
ukuran mangga ini setengahnya mangga gedong.
Makanan anak-anak pun didesain sedemikian rupa sehinnga bentuknya dapat menarik perhatian anak-anak. Berwarna-warni dengan bentuk unik.

Kami juga sempat mampir di salah satu gerai KFC. Jika mau dibandingkan dengan di Indonesia, gerai KFC di sana sangat sederhana, jauh dari tampilan mewah, ceria dan merah seperti KFC yang tersebar di Indonesia. Tak ada tempat bermain anak, tak ada kursi sofa, dan nuansa merah tak mendominasi. Antrian juga tidak mengular seperti di berbagai gerai KFC di Indonesia. Dan uniknya, tak lepas menu yang mengandung pork ditawarkan di KFC ini.

Rekan-rekan sedang memilih dan
memesan menu di KFC

Suasana di dalam gerai.
Karena terlalu berat (#dan malas) untuk membawa kamera SLR, maka semua foto aku ambil melalui kamera handphone, jadi hasilnya kurang okey :(

Suasana malan di Baiyun

Sekian tulisanku, 
# happy reading #



Thursday, 19 July 2012

Ikutan Icip Sushi Ice Cream

Setelah sekian lama, akhirnya baru bisa ku posting tulsian ini :):)
maaf ya tim Yuk Makan, aku ngga jadi ikutan blog contest-nya, dengan alasan 'kesibukan'.. padahal aku sudah janji :(
sekali lagi maaff...

Senang sekali diundang gathering sama Yuk Makan bareng Food Blogger yang lain.
Kesempatan pertama jangan dilewatkan :) #soo exciting..
Gathering kali ini berlokasi di Haagen Dazs Plaza Indonesia, dan rencananya kita akan mencicipi produk terbaru Haagen Dazs yakni Sushi Ice Cream...mmm.. kebayang ngga tu enaknya gimana :):)

Ki-ka, Manggo Salmon Sushi, Strawberry Gunkan,
Raspberry Kani Sushi, dan Kiwi gunkan

Total food blogger yang diundang kurang lebih 20 orang, dan sepertinya saya 'orang baru' plus yang telat datang ke acara ini.. ngga apalah,, yang penting 'acara utama'-nya belum mulai hehe...

Sekilas tentang Sushi Ice Cream, sebenarnya ini bukan sushi betulan, tak ada ikan salmon, tak ada rumput laut, kepiting atau lainnya, melainkan es krim yang dibentuk menyerupai sushi! Betapa kreatif-nya orang-orang yang membuat dessert ini!
Salah satu orang kreatif si pencipta es krim unik ini namanya Chef Lia (#maaf kalo salah yaaa...soalnya udah agak lama,,,sedikit luppa :p)

Chef Lia, salah satu kreator sushi ice cream
Sempet ngobrol sama chef yang satu ini, kabarnya diperlukan waktu hingga 7 jam untuk membuat Sushi Ice Cream jenis Manggo Salmon Sushi. Kalo aku tidak salah 'tangkap', proses pembuatan Manggo Salmon Sushi ini kaya bikin kue lapis. Lapisan pertama yakni vanilla ice cream dibekukan dengan menggunakan teknik semprot beku. Vanilla ice cream ini kemudian dibekukkan hingga satu jam, kemudian setelah vanilla ice cream-nya beku, lapisan kedua menyusul yakni manggo sorbet dan dibekukan lagi sekitar 1 jam.
Pantas saja lama, lha wong setiap lapisan memerlukan waktu sekitar 1 jam untuk dibekukan...nah kalo jumlah lapisannya kurang lebih ada 7, bisa dibayangkan kan betapa lama-nya membuat 1 jenis ice cream sushi ini..

Layer-layer Mango Sushi Ice Cream

Jenis ice cream lainnya juga tak kalah yahud!..belum lagi lapisan cokelat yang membalut Strawberry Gunkan dan Kiwi Gunkan...mmm..yummy! Topping buah segar yang menghiasi dua jenis Sushi Ice Cream ini juga klop berpadu dengan manis dan segarnya Haagen Dazs ice cream.
Haagen Dazs membanderol 88 ribu untuk 4 jenis Sushi Ice Cream, cukup murah bila dilihat dari 'effort' yang dikeluarkan untuk membuat es krim unik ini,,hehe :)
Hasil karya aku dan rekanku,
cukup unik bukan? hehe..


Berbagai games menarik juga digelar dalam acara gathering ini, salah satunya games menghias ice cream dan cake. 
Hihi...karena aku memiliki tingkat kreatifitas sedikit sekali diatas rata-rata, alhasil aku dan rekanku gagal membawa pulang voucher Haagen Dazs senilai 200 ribu, ahahaha...

Saturday, 30 June 2012

Konsumsi Serat yang Terlupakan




Sejak kecil konsumsi sayur dan buah sangat dianjurkan, bahkan sayur dan buah-buahan wajib dimasukkan kedalam menu sehari-hari. Kandungan gizi dalam kedua jenis bahan pangan tersebut sangat tinggi. Banyak penelitian sudah membuktikan berbagai manfaat serta khasiat buah dan sayur bagi kesehatan. Mulai kandungan vitamin, mineral, protein, karbohidrat yang bermanfaat bagi tubuh, hingga khasiatnya dalam mencegah kanker.

Tubuh terdiri dari organ-organ pencernaan yang kompleks, makanan dan minuman yang dikonsumsi sebaiknya tidak sembarangan, salah-salah malah fungsi organ pencernaan tidak berjalan dengan baik. Mengonsumsi serat pangan adalah solusi terbaik untuk mencegah disfungsional organ pencernaan.

Serat pangan (dietary fiber) merupakan bagian makanan yang tidak dapat dicerna oleh cairan pencernaan atau enzim pencernaan. Serat pangan juga tidak menghasilkan energi atau kalori dan biasanya dibuang melalui feses. Serat pangan dikelompokkan menjadi dua, yakni serat larut (soluble fiber) dan serat tidak larut (insoluble fiber). Jenis serat larut seperti pektin, gum, mucilage, dan beta glucan banyak terdapat dalam sayur-sayuran, buah, produk kedelai dan biji-bijian. Sedangkan, serat tidak larut antara lain lignin, selulosa, dan hemiselulosa banyak terdapat dalam sereal, kulit buah, sayuran berbentuk daun, dan kacang-kacangan.

Menurut Dr Saptawati Bardosono, ahli gizi dari Persatuan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI), Serat merupakan pangan non-gizi yang dibutuhkan tubuh terutama untuk memberi massa pada saluran cerna sehingga dapat menimbulkan rasa kenyang saat berada di lambung dan merangsang gerakan (peristaltik) saat di usus besar sehingga bisa buang air besar (BAB) dengan lancar serta mencegah terjadinya konstipasi. Selain itu, serat juga dapat menurunkan kadar gula darah dan kadar kolesterol darah karena menghambat penyerapannya oleh usus. Terkait dengan kesehatan saluran cerna, maka serat berperan sebagai prebiotik yaitu ‘makanan’ bagi bakteri baik usus besar atau probiotik.

Data dari Riset Kesehatan Dasar 2007 didapatkan bahwa sebanyak 93,6% penduduk Indonesia kurang menggonsumsi sayur-buah yang merupakan sumber utama serat pangan. Rata-rata konsumsi serat penduduk Indonesia per hari ternyata hanya 10,5 gram saja. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia hanya memenuhi 1/3 dari kebutuhan ideal akan serat yang mencapai 25-35 gram setiap hari. Beralihnya pola konsumsi masyakarat yang lebih menyukai makanan cepat saji atau fastfood yang minin akan serat dan tinggi kalori, menjadi faktor pemicu rendahnya tingkat konsumsi serat di Indonesia. Akibatnya, penderita berbagai penyakit degeneratif seperti obesitas, kolesterol dan jantung semakin meningkat. Riset Kesehatan Dasar tahun 2010 mencatat bahwa, sebanyak 14% balita Indonesia menderita obesitas. Diperoleh informasi dari situs www.obesitas.web.id, dari perkiraan 210 juta penduduk Indonesia tahun 2000, jumlah penduduk yang overweight diperkirakan mencapai 76,7 juta (17.5%) dan pasien obesitas berjumlah lebih dari 9,8 juta (4,7%), angka ini terus meningkat hingga 10 tahun terakhir. Hasil penelitian terbaru Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menunjukkan angka obesitas naik dua kali lipat dalam 10 tahun terakhir menjadi 20% dari sebelumnya hanya 10%.



Ada banyak alasan untuk mengonsumsi serat pangan mengingat banyaknya manfaat yang diperoleh. Yang paling vital adalah masalah buang hajat alias BAB yang seharusnya rutin dilakukan setiap hari. Mengonsumsi makanan yang mengandung serat pangan diperlukan untuk mencegah sembelit. Untuk dapat melakukan BAB secara normal, tubuh sangat memerlukan beberapa hal. Pertama, kecukupan serat makanan, yakni 30 gram/hari atau setara dengan 3 piring nasi + 2 porsi sayuran + 2 porsi buah-buahan. Kedua, kecukpan air minimal 2 liter sehari atau setara 8 gelas air. Pada saat tubuh kekurangan salah satu saja dari kedua asupan utama tersbut, maka BAB menjadi bermasalah, misalnya keras, lama mengejan, tidak tuntas, dan BAB tidak rutin setiap hari. Jika masalah BAB tidak dituntaskan dalam jangka pendek akan menyebabkan wasir, dan dalam jangka panjang dapat menyebabkan kanker usus.

Oleh karena itu, konsumsi serat pangan dalam porsi yang cukup tidak boleh diabaikan. Selain memperbanyak asupan serat seperti sayur dan buah, dianjurkan juga untuk menjaga pola makan sehat serta berolahraga teratur. “sayur dan buah menurut pedoman gizi seimbang dianjurkan dikonsumsi 3-4 porsi dalam sehari. Sumber serat pangan murah dan mudah didapat, selain buah dan sayur yang merupakan sumber serat pangan utama, agar-agar juga dapat dikonsumsi sebagai sumber serat pangan alternatif,” imbuh Dr Saptawati.

Sluurrrpp...sop sumsum di Rumah Sumsum


Siap-siap kolesterol naik jika Anda makan aneka hidangan ini :D
Tapi ngga apalah kalo cuma sesekali mencicipi kelezatan dan kegurihan dari hidangan ini.

Jika mengunjungi Bogor, coba kuliner di rumah makan ini, yakni Rumah Sumsum, aneka hidangan yang berasal dari sumsum sapi ada disini
JIka memesan sop sumsum, jangan kaget dengan ukuran sumsum yang bakal terhidang dipiring kamu :P wuiihhh...super gedee, kalo bahasa puitis-nya ni 'besarnya tulang membuat si mangkuk seakan tak kuasa untuk menampungnya" :D:D

Rumah sumsum ini ternyata sudah ada di Bogor sejak 3 tahun lalu, aneka hidangannya cukup unik lho..selain sop sumsum, hidangan andalan lain ada nasi bakar sumsum, sate sumsum, sumsum goreng. Minumannya juga ada sumsumnya....?? tetapi bukan dari sumsum sapi, melainkan bubur sumsum, alis es bubur sumsum yang seger..

Rasa gurih mendominasi sup sumsum ini. Cara makannya pun cukup unik, yakni dengan cara disedot. Sedotan yang berdiameter kurang lebih 1 cm sengaja diberikan kepada tamu untuk menyedot sumsum yang bentuknya memang cair.

Menu andalan resto ini adalah sup sumsum sapi dan nasi bakar sumsum yang bercitarasa pedas. Nasi bakarnya berukuran tidak terlalu besar, disajikan dengan sambal kacang dan potongan cabe rawit yang dibungkus rapi menggunakan daun pisang. Saat bungkus daun pisang dibuka,terlihat nasi berwarna merah yang berminyak, dengan sedikit sumsum menyembul dibalik nasi. Selain itu, menu unik lain yang dijamin tak ada di resto lain yakni, sate sumsum dan sumsum goreng. Sate dan sumsum goreng terbuat dari sumsum tulang belakang sapi. Jika sate sumsum dibuat dengan cara membakar sumsum tulang belakang sapi yang telah direbus, lain dengan sumsum goreng yang proses 


pembuatannya mirip seperti proses membuat nugget. “Mengolah sumsum tulang sapi untuk dijadikan sup sumsum gampang-gampang susah. Yang dibutuhkan disini benar-benar hanya tulang saja tanpa daging menempel sedikitpun. Saat merebus tulang, air rebusan harus diperhatikan, ganti air sesering mungkin agar darah dan kotoran bisa hilang dan tidak menyebabkan bau amis,” ulas Ricky. Rumah Sumsum menggunakan steamer khusus untuk tetap menghangatkan tulang agar sumsum tidak membeku setelah direbus.  

Rumah makan ini menjual 30-40 porsi sup sumsum sapi saat weekday dan bisa berlipat 3-4 kali saat weekend. Untuk memenuhi kebutuhan sumsum sapi di restorannya, Ricky mempunyai supplier tetap yang terjamin kualitasnya. “ Jika supply sumsum kurang karena banyaknya permintaan, kami biasa mencari sendiri diseputar Bogor untuk memenuhi kebutuhan,” jelas Ricky. Harga semangkuk sup sumsum juga tidak menguras kantong yakni dibanderol dengan harga Rp 25 ribu,  Rp 13.000 untuk nasi bakar pedas, dan RP 21.500 untuk sate sumsum. Untuk memperkuat citra rumah makannya, Ricky menawarkan menu baru yang akan dikeluarkan awal bulan Mei nanti, yakni kerupuk sumsum.


Selain menu makanan yang serba sumsum, minuman yang ditawarkan juga ‘berbau’ sumsum, yakni es bubur sumsum. Es bubur sumsum yang berisi bubur sumsum, nangka, mutiara merah, santan, dan gula ini terasa menyegarkan diminum setelah menyantap sup sumsum.  Ita 

Thursday, 14 June 2012

Cara gampang urus visa ke China

Satu yang perlu dicatat,
apapun pekerjaan Anda dan seribet apapun urusan anda di China, apply-lah visa sebagai turis atau pebisnis :):)

Why?
----
karna di paspor tertulis pekerjaan saya sebagai 'journalis', dan saat mengisi form saya menulis dari 'media',,maka agak dipersulitlah saya saat akan apply visa sebagai 'media'.

Padahal acara saya di sana, hanya diundang untuk menghadiri seminar dari Puratos.

Tapiii,,kalau Anda memang wartawan yang benar-benar akan meliput, dan akan membawa alat peliputan,,maka apply-lah sebagai 'pers'.

Lepas dari itu semua, sebenarnya sangat mudah untuk mengurus visa jika Anda ingin ke China.
Persyaratan yang harus disiapkan:
- Paspor ASLI
- Form apply visa ke China (tersedia di sana)
- Foto 4x6 (jangan lupa bawa lem kertas)
- Copy KTP
- Copy tiket pesawat (pint-an tiket pesaawat jika memesan online)
- Copy bukti booking penginapan 
Jika Anda berprofesi sebagai pers dan tidak meliput, maka siapkanlah:
- Surat pernyataan bermaterai berisi pernyataan bahwa Anda tidak akan melakukan peliputan saat di China. 
- Copy surat undangan dari klien (jika Anda diundang oleh sebuah perusahaan/klien)
- Surat tugas kantor
Dan terakhir adalah UANG pengurusan paspor.

Kalo tidak salah: 
Rp 600.000     : satu kali masuk, jadi dalam waktu 4 hari kerja
Rp 900.000     : satu kali masuk, jadi dalam waktu 2 hari kerja
Rp 1.100.000   : satu kali masuk, jadi hari itu juga (biasanya sore)

Pengurusan visa ke China tidak lagi dilakukan di Kedubes China, melainkan di Gedung The East lantai dua, tepatnya di Jalan Lingkar Mega Kuningan.

##Happy Travelling##